Minggu, 19 April 2015

artikel




Dibalik Semangat Kartini
Oleh: Mawarni
Mahasiswa FEBI UIN SU

Tanggal 21 April yang berada pada tahun 2015 ini, mengingatkan kita  lagi para wanita akan besarnya jasa Ibu kita, Ibu Kartini yang memperjuangkan dan menjunjung tinggi martabat wanita.
Dan dapatkah kita para  wanita mempertahankannya?
Hari Kartini adalah hari yang jatuh pada tanggal 21 April, yang selalu diperingati setiap tahunnya  sebagai salah satu penghormatan kepada beliau, yang lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara. Beliau adalah putri dari Raden Mas Sosroningrat dan M.A. Ngasirah yang berasal dari kalangan Priyayi atau kelas bangsawan Jawa.
Jika melihat latar belakang dan cita-cita Ibu Kartini, terlintas sejenak  betapa besarnya jasa yang telah beliau perjuangkan demi wanita. Masih ingatkah kita  “Habis Gelap Terbitlah Terang”?  itulah salah satu buku karya R.A. Kartini yang mengubah sejarah dan takdir para wanita.
            Kegigihan Kartini yang ingin memajukan perempuan pribumi, dimana saat itu kondisi sosial perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah yaitu karena ketetarikan beliau pada kemajuan berpikir perempuan Eropa yang beliau dapat dari buku, koran dan majalah Eropa. Dan berkat dari kegigihan dan pengetahuan beliau dari  membaca buku-buku secara perlahan, beliau tidak hanya memperhatikan soal emansipasi wanita, namun juga masalah sosial umum.
            Saat usia 25 tahun, dimana usia yang amat sangat muda buat beliau meninggalkan dunia ini, tepatnya 17 September 1904 beliau meninggalkan para wanita di negri ini dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. Dengan telah tiadanya sosok seorang Kartini, kita para wanita tidak akan pernah patah semangat dan akan tetap mempertahankan semangat Kartini di pundak  ini seperti semangat dan kegigihan beliau dalam mewujudkan cita-citanya sehingga beliau dapat mendirikan Sekolah Wanita yaitu “Sekolah Kartini”.
            Ibu Kartini yang kini telah tiada itu sangat menyedihkan bagi kami para wanita, namun tidak meredupkan semangat kami, semangat yang membara dari beliau yang sampai saat ini membara di hati kaum wanita Indonesia. Kaum wanita Indonesia, mengaku bahwa wanita tidak lagi dikekang, dilarang, terbuang dan terbelakang, karena kamilah kartini-kartini masa kini yang mengaku bahwa wanita akan bebas, lepas, setara dan merdeka dihadapan mereka.
            Jika kita  mengaku sebagai kartini-kartini masa kini ingatlah selalu betapa besarnya perjuangan seorang ibu kartini dalam membangun martabat wanita, ingatlah akan jasa-jasanya dan ingatlah akan semangatnya agar kita dapat mempertahankan kesederajatan dan kehormatan para wanita.
Bergembiralah para wanita, bersoraklah para  wanita negri ini, bersemangatlah para wanita Indonesia  dalam memperingati Hari Kartini sedunia ini sebagai wujud penghormatan kita terhadap Ibu Kartini, Ibu yang sejati, dan Ibu yang mulia.